just simple think about GIS

4 Oktober 2009

About Automatic Position Reporting System (APRS)

Sudah sering kita dengar tentang Sistem Pelacak Posisi Kendaraan. Sistem tersebut mampu digunakan untuk mengetahui lokasi kendaraan secara real time. Misalnya saja mobil kita lagi dipinjem sama temen (yang gak punya mobil gak usah nangis, inikan cuma misal aja), kita gak usah repot-repot nanya ke temen yang minjem mobil kita dia sekarang lagi dimana. Tinggal cek aja dari komputer rumah atau kalo pas di kantor dari komputer kantor juga bisa. Menarik juga, lha trus sistemnya kayak apa tuh?
Sekarang dah banyak sistem pelacak kendaraan dengan berbagai macam media pengiriman data, ada yang menggunakan handphone (HP) via SMS/GPRS/Wifi, atau bisa menggunakan radio komunikasi.
Nah, kali ini akan saya uraikan untuk sistem pelacak posisi kendaraan dengan media radio komunikasi yaitu Automatic Position Reporting System atau sering disebut APRS.

Sejarah Singkat Tentang APRS
aprsAPRS singkatan dari Automatic Position Reporting System, pertama kali ditemukan oleh operator ham radio bernama Bob Bruninga tahun 1984 pada komputer Apple II. APRS tidak secara resmi dilepaskan ke publik sampai tahun 1991. Saat ini APRS sudah menjadi suatu jaringan yang sangat besar dengan lebih dari 30.000 pengguna di seluruh dunia. APRS bekerja dengan suatu Global Positioning System (GPS) yang sedikitnya mendapatkan data dari empat satelit, kemudian melalui protokol yang dibuat oleh National Marine Electronics Association (NMEA) diteruskan ke Terminal Node Controller (TNC) dan muncul sebagai audio dalam wujud paket data APRS yang merupakan korespondensi antara 1 dan 0 (binary). Audio yang berupa suara statis kemudian ditransmisikan pada frekuensi radio dua meter, frekuensi yang biasa digunakan yaitu frekuensi VHF di 144.390 MHz. Paket APRS berisi tentang waktu, latitude, longitude, altitude, arah (heading), kecepatan, dan callsign (ID). Selanjutnya paket data APRS dikirim ke TNC lain dimana TNC tersebut terkoneksi dengan komputer. Data yang masuk ke komputer kemudian diteruskan ke internet dalam bentuk paket data APRS digital. Apabila TNC atau komputer yang digunakan untuk menerima paket data APRS tersebut dihubungkan ke internet yang dikoneksikan dengan APRS-Internet Service maka paket data APRS dapat diakses secara online oleh semua orang dari rumah yang ditampilkan dalam bentuk peta (Bryan, 2007).

Prinsip Kerja APRS
Komponen APRS :
1. Mobile Station (APRS Transmitter) terdiri atas GPS Receiver, Radio Transceiver & Antena, Tracker.
2. Base Station (APRS Receiver atau internet gateways/i-gate) terdiri atas Radio Transceiver & Antena, Komputer, Interface (Terminal Node Controller/TNC), jaringan internet.
Komponen pendukung :
1. Digipeater (Digital Repeater) terdiri atas Radio Transceiver, Antena, Interface/Modem

Ilustrasi Prinsip Kerja APRS :
prinsip kerja APRS

Bentuk Paket Data APRS Digital :
paket data APRS compres

Visualisasi
Display lokasi kendaraan pada APRS yang hanya berupa Text atau Log seperti bentu Paket Data APRS Digital tersebut tentulah tidak menjadikan sistem pelacak posisi kendaraan itu sempurna dan tidak mudah digunakan mengetahui posisi kendaraan secara cepat, sehingga posisi kendaraan pada APRS disajikan ke dalam bentuk peta dinamis. Adanya interkoneksi antar berbagai sistem dengan jaringan internet, dimanfaatkan oleh para pengembang APRS sehingga display posisi kendaraan dapat menggunakan Google Earth online. Wao . . . mantab kan coy???

Contoh display di Google Earth seperti ini :
1
Posisi kendaraan pada pukul 08:26:19

2
Posisi kendaraan pada pukul 08:28:09

3
Posisi kendaraan pada pukul 08:30:10

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: